Dulu
Ayah adalah pahlawan pertama yang pernah aku kenal. Punggung yang kuat, tangan yang selalu bekerja keras, dan doa yang tak pernah putus untuk keluarga.
Sekarang
Enam puluh... maaf, lima puluh enam tahun bukan berarti melambat. Itu koleksi pengalaman, kebijaksanaan, dan cinta yang terus tumbuh dan diwariskan kepada kami sekeluarga.
Ke Depan
Aku berdoa: sehat selalu, bahagia selalu, dan panjang umur — agar Ayah dapat melihat semua mimpi kami terwujud satu per satu.